Putra bungsu Presiden Soeharto, Tommy Soeharto, diperingatkan untuk tidak melarang mahasiswa, aktivis dan elemen masyarakat turun ke jalan pada 20 Mei nanti.
"Tidak benar melarang orang untuk bergerak. Gerakan 20 Mei tidak bisa dibendung," ujar Sekjen Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Agus Priyanto kepada redaksi sesaat lalu, Kamis (14/5).
Agus menduga seruan agar masyarakat tidak terlibat dalam Gerakan 20 Mei disampaikan karena Tommy ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk pencitraan diri.
Bisa juga hal itu didasari motif, Tommy merasa sakit hati karena lewat gerakan tersebut ayahnya dulu dilengserkan.
"Mungkin dia mau 'mencuci' sejarah Gerakan 20 Mei. Itu hak dia. Tapi rakyat tidak bisa melupakan bagaimana kondisi rezim saat itu," imbuh Agus.
Diberitakan sebelumnya, Tommy Soeharto berpesan agar masyarakat tidak ikut-ikut seruan gerakan 20 Mei. Pesan itu disampaikan Tommy lewat akun twitternya, @HutomoMP_9.
"Sebaiknya diam di rumah, ingat keluarga, ingat tanggung jawab," kicau Tommy, Rabu (13/5).
Daripada demo, kata Tommy, lebih baik mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan.
"Jangan mau dimanfaatkan untuk turun ke jalan teriak-teriak demi kepentingan oknum-oknum tertentu," kicau Tommy.
Agus mengapresiasi organisasi mahasiswa dan para aktivis yang sudah menyatakan akan menggelar demo besar-besaran pada 20 Mei nanti. Namun dia mengingatkan untuk perlunya mewaspadai agar gerakan tersebut tidak dibajak oleh elit yang haus kekuasaan.
"Pada prinsipnya, LMND bersikap tidak perlu melengserkan Jokowi. Momentum 20 Mei harus digunakan untuk bagaimana mendorong Jokowi kembali ke Trisakti," kata Agus.
"Jokowi harus melakukan evaluasi terutama terkait tim ekonomi yang amburadul. Harus ada perombakan besar-besaran karena potensi krisis saat ini benar-benar nyata. Kalau kita tidak siap, tidak segera menempatkan figur yang paham dan menguasai persoalan makro ekonomi, ini sangat berbahaya," tukasnya.[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: