Pengahrgaan di serahkan langsung Wakil Presiden, M. Jusuf Kalla didampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi serta Kepala Bappenas, Adrinof Chaniago.
Usai memberikan penghargaan, Wapres Jusuf Kalla atau akrab di di panggil JK mengucapkan selamat kepada Kementerian dan Lembaga yang mendapatkan penghargaan. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan salah satu semangat dari Otonomi Daerah.
"Penghargaan inovasi seperti ini adalah salah satu inti semangat kita pada otonomi daerah. Artinya pemerintah memberikan kekuasaan pada Pemerintah Daerah untuk memajukan daerahnya," kata JK, di Gedung Bidakara, Jakarta, Rabu (29/4).
Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Publik, Mirawati Sudjono mengatakan jika adanya kompetisi inovasi pelayanan publik ini menjadi bukti bahwa adanya perbaikan dalam kinerja birokrat. Karena menurutnya, selama ini birokrat selalu dipandang buruk dalam menjalankan kinerjanya.
"Jadi model kompetisi ini secara internasional tidak biasa-biasa saja karena kita melakukan inovasi. Dan seperti yang dikatakan pak Wapres, bahwa inovasi ini memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangan daerah-daerahnya," kata Mira.
Selanjutnya, Kementerian PANRB bekerjasama dengan Provinsi Jawa Timur akan mengadakan Simposium Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2015 pada bulan Juni 2015 di Surabaya.
Selain itu, yang masuk Top 40 juga akan difasilitasi untuk ikut Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tingkat Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yaitu United Nations Public Service Awards (UNPSA) Tahun 2015. Hasil dari kompetisi ini juga akan diterbitkan dalam bentuk buku yaitu Top 99 dan Top 25 Inovasi Pelayanan Publik Indonesia Tahun 2015 dengan dua bahasa yaitu Indonesia dan Inggris.
Mira berharap dengan adanya penghargaan ini maka semua Kementerian dan Lembaga mampu meningkatkan lagi pelayanan publik di daerahnya. Karena hal ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat luas.
"Jadi masyarakat akan mulai terasa dengan nawa cita yang selama ini kita gulirkan yaitu revolusi mental. Wujudnya adalah inovasi yang memberikan perbaikan pelayanan publik," kata Mira.
Penghargaan diantaranya diberikan kepada Kementerian yaitu Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN dengan inovasi Layanan Tujuh Menit (LANTUM). Kemudian, Kementerian Sosial dengan inovasi Pelayanan Penjangkauan (Outreaching) Melayani Penyandang Disabilitas di Lingkungan Masyarakat. Serta dari Kementerian Hukum dan HAM dengan inovasi Pengesahan Badan Hukum Versi AHU Online.
Sementara itu, di tingkat provinsi ada 4 penghargaan yang diberikan yaitu inovasi ATM SAMSAT JATIM - Merubah Kantor Menjadi Mesin Provinsi Jawa Timur dan Ayo Kerja. Kemudian, inovasi JOGJAPLAN dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya, inovasi Sistem Pengendalian Inflasi dari Provinsi Kalimantan Tengah serta inovasi Taman Budaya Jambi yang diterima oleh Gubernur Jambi.
Di tingkat Kabupaten ada 10 penghargaan yang diberikan yaitu inovasi Asparagus Ditanam Ekonomi Mapan dari Kabupaten Badung, inovasi Gebrakan SUSI Turunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dari Kabupaten Lumajang, inovasi Pala Sambutan Untuk Mendukung Rehabilitasi Kebun Pala Rakyat Yang Terserang Penyakit dari Kabupaten Aceh Selatan, inovasi Kantornya Orang Miskin dari Kabupaten Sragen, inovasi Lahir Procot Pulang Bawa Akte dari Kabupaten Banyuwangi.
Kemudian, inovasi ODHALINK dari Kabupaten Pasuruan, inovasi Paket Kebijakan Investasi (PaKSi) dari Kabupaten Pinrang, inovasi Program Pengendalian Malaria melalui Sistem EDAT dari Kabupaten Teluk Bintuni, inovasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Wisata Edukasi Talangagung Kepanjen dari Kabupaten Malang, dan inovasi UPT-PU Kecamatan Sebagai Solusi Penyelesaian Infrastruktur Daerah dari Kabupoaten Penajam Paser Utara.
Dan ditingkat Kota ada inovasi E-Health dari Kota Surabaya, inovasi Emas Hitam Dibalik Tumpukan sampah dari Kota Malang, inovasi "KEUR" Hanya 26 Menit Menuju Resolusi Keselamat Berlalu Lintas dari Kota Denpasar, inovasi Klinik Lansia Puskesmas Putri Ayu dari Kota Jambi, inovasi Lembaga Perlindungan Perempuan Anak dan Remaja (LP-PAR) dari Kota Pekalongan, inovasi Penyimpangan "Positif" dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia melalui program BLC (Broadband Learning Center) dari Kota Lubuklinggau, dan inovasi Program Kartu Insentif Anak dan Sistem Relasi Pencatatan Kelahiran dari Kota Surakarta.
[dzk]
BERITA TERKAIT: