"Kehadiran Puti jangan dianggap ancaman, dan sangat berbahaya bila ada pemikiran seperti itu," sebut pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, Jakarta, Minggu (15/3).
Karyono berpenadapat, untuk memenangkan Pemilu 2019 ke depan maka dibutuhkan sosok figur yang dapat menjadi magnet mendorong rakyat memilih PDIP. Karenanya, untuk memenangkan pemilu itu, maka harus memenangkan Ibukota.
Dia melanjutkan, Pemilu 1999 partai PDIP memenangkan Pemilu di Jakarta, dan menjadi pemenang Pemilu secara nasional. Selanjutnya, Pemilu 2009, Partai Demokrat menjadi partai pemenang Pemilu di Jakarta dan menang secara nasional. Selanjutnya, pada Pemilu 2014 kemarin, PDIP menang di Jakarta dan menjadi partai pemenang pemilu secara nasional.
"Jadi Jakarta sebagai barometer maka harus dimenangkan, karena itu apabila PDIP menjadi partai besar dan menjadi pemenang pemilu maka perlu menampilkan kader visioner dan ideologis," tegas Karyono.
Sementara Ketua PAC PDIP Sawah Besar Jakpus Jimmy mengatakan, antara Puti dan Boy Sadikin adalah kader terbaik yang dimiliki PDIP.
"Memang sulit untuk memilih keduanya, karenanya kader terbaik. Tapi saya ingin Puti memimpin Jakarta untuk regenerasi, apalagi pak Boy sudah lama dan berpengalaman di partai, dia layak untuk diplot di DPP," tukasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: