Pengamat: Kehadiran Puti Bukan Ancaman Tapi Energi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 15 Maret 2015, 15:57 WIB
Pengamat: Kehadiran Puti Bukan Ancaman Tapi Energi
Puti Guntur Soekarnoputri/net
rmol news logo . Kehadiran Puti Guntur Soekarnoputri sebagai calon Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) DKI Jakarta jangan dianggap sebagai ancaman kelompok tertentu. Sebaliknya, Puti harus dianggap memberi energi baru bagi PDIP.

"Kehadiran Puti jangan dianggap ancaman, dan sangat berbahaya bila ada pemikiran seperti itu," sebut pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, Jakarta, Minggu (15/3).

Karyono berpenadapat, untuk memenangkan Pemilu 2019 ke depan maka dibutuhkan sosok figur yang dapat menjadi magnet mendorong rakyat memilih PDIP. Karenanya, untuk memenangkan pemilu itu, maka harus memenangkan Ibukota.

Dia melanjutkan, Pemilu 1999 partai PDIP memenangkan Pemilu di Jakarta, dan menjadi pemenang Pemilu secara nasional. Selanjutnya, Pemilu 2009, Partai Demokrat menjadi partai pemenang Pemilu di Jakarta dan menang secara nasional. Selanjutnya, pada Pemilu 2014 kemarin, PDIP menang di Jakarta dan menjadi partai pemenang pemilu secara nasional.

"Jadi Jakarta sebagai barometer maka harus dimenangkan, karena itu apabila PDIP menjadi partai besar dan menjadi pemenang pemilu maka perlu menampilkan kader visioner dan ideologis," tegas Karyono.

Sementara Ketua PAC PDIP Sawah Besar Jakpus Jimmy mengatakan, antara Puti dan Boy Sadikin adalah kader terbaik yang dimiliki PDIP.

"Memang sulit untuk memilih keduanya, karenanya kader terbaik. Tapi saya ingin Puti memimpin Jakarta untuk regenerasi, apalagi pak Boy sudah lama dan berpengalaman di partai, dia layak untuk diplot di DPP," tukasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA