Posisi Budi Gunawan Bisa Cerminkan Hubungan Jokowi-PDIP di Masa Depan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 13 Februari 2015, 07:34 WIB
Posisi Budi Gunawan Bisa Cerminkan Hubungan Jokowi-PDIP di Masa Depan
budi gunawan/net
rmol news logo . Beredar kabar Presiden Joko Widodo akan melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri di Istana Bogor, Jumat hari ini (13/2).

Dalam konteks politik, soal Budi Gunawan ini terus menjadi pusat perhatian, prediksi bahkan spekulasi. Bagaimanapun, pelantikan ini akan mencerminkan hubungan Jokowi dengan PDI Perjuangan di masa mendatang.

Ada yang menilai Budi Gunawan ini semacam titipan PDIP, wabil khusus Megawati Soekarnoputri. Bila Jokowi melantik Budi maka hubungan Jokowi dan PDIP tidak akan pernah retak. Di saat yang sama kehendak sementara kelompok untuk mendirikan Partai Jokowi atau upaya memisahkan Jokowi dengan PDIP menuai kegagalan.

Bila ternyata Jokowi batal melantik Budi maka, sekali lagi dengan merujuk pada penilaian Budi sebagai titipan PDIP, hubungan Jokowi dengan PDIP akan bubar. Ini satu sisi. Sisi lainnya, ini merupakan bentuk perlawanan Jokowi kepada dominasi PDIP.

Bila Jokowi berhasil melepaskan diri dari pengaruh PDIP, maka dipastikan akan menjadi mudah bagi Jokowi untuk melepaskan pengaruh Surya Paloh dan juga Jusuf Kalla. Belakangan disebutkan pengaruh Surya Paloh ini jauh melebihi pengaruh Megawati, yang malah sudah memeberikan hak sepenuhnya kepada Jokowi sebagai presiden.

Penilaian kedua, Budi sebenarnya bukan titipan PDIP melainkan benar-benar calon yang dikehendaki Jokowi.

Disebutkan, sejak menjadi Presiden, hubungan dan komunikasi Jokowi dengan Megawati kurang kondusif. Jokowi sendiri lebih berada dalam pengaruh "orang lain" yang kemudian muncul isu kelompok PSI di lingkaran Istana. Untuk memperbaiki komunikasi kembali, Jokowi "merayu" Mega dengan mengusulkan Budi, yang merupakan mantan ajudan Mega ketika menjabat Presiden. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA