Begitu keluhan yang disampaikan Duta Besar Georgia, Zurab Aleksidze, saat bertemu dengan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta (Kamis, 29/1).
"Wilayah kami 20 persen dikuasai Rusia, tapi kami masih menjalin hubungan perekonomian dengan Rusia," ujarnya.
Karena itu, Zurab mengatakan pertemuannya dengan Ketua MPR RI bertujuan agar Indonesia mendukung penuh Georgia dan bisa menginformasikan kepada seluruh dunia bahwa Rusia telah melakukan pelanggaran hukum internasional.
Menanggapi hal itu, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa bangsa Indonesia dengan bulat mendukung Georgia sebagai negara yang merdeka. Zulkifli akan mengundang pimpinan parlemen Georgia untuk berkunjung ke Indonesia agar bisa lebih detail dalam menyampaikan masalah tersebut.
"Saya akan mengundang pimpinan parlemen agar lebih memahami. Nanti saya buat surat resmi untuk undang parlemen," ujarnya sembari meminta salah satu asisten untuk membuat surat undangan kepada parlemen Georgia.
Zulhas, sapaaan akrabnya, menjelaskan bahwa dirinya memiliki kedekatan dengan pimpinan lembaga tinggi Republik Indonesia, khususnya eksekutif dan legislatif. Diharapkannya, kedekatan itu bisa membantu Georgia dalam menangani konflik.
"Di sini kami dekat semua. Saya dengan presiden, Ketua DPR RI, dan Ketua DPD RI dekat. Kami teman lama dengan presiden. Semua berteman lama sebelum semua menjabat. Jadi mudah-mudahan kalau ada masalah apapun kami akan bisa membantu," tandasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: