Nasdem Mimpinya Menang di 50 Persen Daerah Pemilihan

Pilkada Serentak 2015

Kamis, 22 Januari 2015, 09:22 WIB
Nasdem Mimpinya Menang di 50 Persen Daerah Pemilihan
Partai Nasional Demokrat (Nasdem)
rmol news logo Partai Nasional Demokrat (Nasdem) antusias menyambut pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Pilkada. Partai yang baru pada periode 2014-2019 masuk parlemen ini menarget­kan memenangkan pertarungan pemilihan kepala daerah di 50 persen di seluruh kabupaten, kota dan provinsi di Indonesia pada 2015 ini.

Perintah saya ke Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem, kita harus meraih 50 persen dari pilkada yang ada pada tahun ini,” kata Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh saat membuka Rapat Konsolidasi Partai Nasdem, di DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, kemarin.

Dia menjelaskan, cara menca­pai target tersebut adalah dengan berusaha keras, mengikuti dan me­nyodorkan calon dari partai sendiri untuk ikut kontestasi di seluruh kabupaten/kota dan provinsi. Termasuk, dengan menjalin koal­isi dengan parpol lainnya.

Pilkada harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Kalau tidak, sayang karena niatnya adalah untuk membangun bangsa,” ujarnya.

Paloh mengatakan, Nasdem tidak akan ngotot mencalonkan kader sendiri untuk ikut bertarung dalam pilkada. Dia bilang, Nasdem mem­buka kesempatan seluas-luasnya kepada tokoh di luar partai untuk mencalonkan diri.

Kami namakan program Indonesia Memanggil. Siapa pun yang punya kapasitas dan aksept­abilitas, Nasdem akan membuka pintu seluas-luasnya (menjadi calon kepala daerah),” katanya.

Dia menegaskan, pemilihan calon kepala daerah tak hanya didasari pada kualitas individu yang baik. Nasdem, kata dia, juga mempertimbangkan aspek penerimaan masyarakat terhadap tokoh tersebut. Dia bilang, jika kapasitasnya bagus, tapi tidak banyak diterima masyarakat, akan menjadi sebuah kegagalan.

Jika 50 persen tidak tercapai, maka, Partai Nasdem harus bisa menempatkan posisi sebagai partai politik pemenang ketiga di pilkada. Paling tidak, realis­tisnya Nasdem bisa menjadi tiga besar dalam ajang pilkada itu,” kata Paloh.

Perlu diketahui, di 2015 ada delapan pemilihan gubernur di Indonesia. Untuk tingkat kabupaten/kota terdapat 196 pemilihan bupati/walikota.

Pada kesempatan itu, Paloh juga mengingatkan kepada menteri yang berasal dari par­tainya untuk bekerja dengan baik dan sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia. Dia bi­lang, bila kinerja menteri asal Nasdem tidak sesuai dengan harapan besar masyarakat, maka dampak negatif akan terkena ke Partai Nasdem. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA