Batal terbang dengan QZ 8501 dialami oleh Inge Goreti Ferdiningsih. Inge bersama sang suami dan tiga orang anak membatalkan perjalanan ke Singapura untuk liburan setelah ayahnya mengalami sakit.
Padahal Inge telah memesan tiket QZ 8501 sejak 9 bulan sebelum penerbangan. Koper yang berisi pakaian keluarga telah disiapkan, beruntung kelima tiket itu dibatalkan tepat sehari sebelum keberangkatan pesawat lantaran sang ayah mengalami sakit hepatitis.
"Saya percaya bahwa Allah sedang menyelamatkan dan melindungi kita dan ini benar-benar sebuah keajaiban," ujarnya seperti dilansir
CNN (Rabu, 31/12).
Sementara Christianawati bersama keluarga dan keluarga kakaknya, yang total berjumlah 10 orang gagal ikut terbang bersama QZ 8501 lantaran sang kakak lupa mengecek email dari pihak AirAsia. Email itu berisi mengenai perubahan jam terbang yang dimajukan.
"Mereka (pihak AirAsia) mengirim email, tapi kami tidak menjawab itu. Jadi kami tiba di bandara untuk check-in penerbangan pukul 07.30 tetapi diberitahu bahwa penerbangan kami telah dijadual ulang menjadi 05.30, dan kami datang terlambat. Tentu saja kami marah," ujar Christianawati.
"Mungkin itu adalah rencana Allah semua yang saya dan keluarga tidak jadi ikut terbang. Ini adalah berkah tersembunyi," sambungnya usai mengetahui pesawat yang seharusnya ia tumpangi sekeluarga jatuh.
[ian]
BERITA TERKAIT: