Dua Keluarga Besar Ini Selamat dari Kecelakaan AirAsia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 31 Desember 2014, 16:15 WIB
Dua Keluarga Besar Ini Selamat dari Kecelakaan AirAsia
keluarga inge/net
rmol news logo Takdir Tuhan berkata lain terhadap 15 orang yang batal dan gagal menumpang pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 8501 yang jatuh di Selat Karimata, dekat perairan Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Minggu (28/12) pagi.

Batal terbang dengan QZ 8501 dialami oleh Inge Goreti Ferdiningsih. Inge bersama sang suami dan tiga orang anak membatalkan perjalanan ke Singapura untuk liburan setelah ayahnya mengalami sakit.

Padahal Inge telah memesan tiket QZ 8501 sejak 9 bulan sebelum penerbangan. Koper yang berisi pakaian keluarga telah disiapkan, beruntung kelima tiket itu dibatalkan tepat sehari sebelum keberangkatan pesawat lantaran sang  ayah mengalami sakit hepatitis.

"Saya percaya bahwa Allah sedang menyelamatkan dan melindungi kita dan ini benar-benar sebuah keajaiban," ujarnya seperti dilansir CNN (Rabu, 31/12).

Sementara Christianawati bersama keluarga dan keluarga kakaknya, yang total berjumlah 10 orang gagal ikut terbang bersama QZ 8501 lantaran sang kakak lupa mengecek email dari pihak AirAsia. Email itu berisi mengenai perubahan jam terbang yang dimajukan.

"Mereka (pihak AirAsia) mengirim email, tapi kami tidak menjawab itu. Jadi kami tiba di bandara untuk check-in penerbangan pukul 07.30 tetapi diberitahu bahwa penerbangan kami telah dijadual ulang menjadi 05.30, dan kami datang terlambat. Tentu saja kami marah," ujar Christianawati.

"Mungkin itu adalah rencana Allah semua yang saya dan keluarga tidak jadi ikut terbang. Ini adalah berkah tersembunyi," sambungnya usai mengetahui pesawat yang seharusnya ia tumpangi sekeluarga jatuh. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA