Begitu kata pendiri Forum Legislasi Nasional, Juliaman F Saragih, dalam keterangan tertulis menanggapi tujuh kandidat direktur utama PT Pertamina (Persero) yang akan ditentukan 30 November 2014.
"Saya ingin menekankan kalau kita jangan hanya bicara jabatan direktur utama saja. Karena di sisi lain, posisi direktur pemasaran dan niaga serta pengolahan harus masuk dalam kriteria dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sosok direktur utama yang baru," ujarnya (Senin, 17/11).
Seorang direktur utama Pertamina, lanjutnya, jika tidak ditopang oleh sosok yang mengerti betul sektor pemasaran, niaga, dan pengolahan yang cakap dan handal, tentu Pertamina ke depan akan semakin tertinggal jauh.
"Kita ini mau mendirikan kilang minyak sesuai dengan janji Presiden Joko Widodo dan akan membenahi tata kelola pengolahan, hulu dan pemasaran serta pendistribusian," tegasnya.
Juliaman menilai, hanya ada tiga kandidat yang cocok mengisi pos itu. Pertama, Hanung Budya yang paling santer disebut-sebut sebagai calon kuat direktur utama Pertamina. Saat ini dia menjabat sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina.
Kedua mantan petinggi Shell, CEO Fortune Energy Singapore Trading, dan Konsultan Lepas Migas Singapura, Jaya Martapa, yang mengaku siap apabila terpilih dan berusaha mengembalikan pertamina menjalankan fungsi untuk pemenuhan minyak dan gas di Indonesia.
Figur selanjutnya, masih kata Juliaman, adalah politisi Partai Demokrat dan mantan Ketua Komisi VII DPR Periode 2009-2014, Milton Pakpahan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: