Elit KMP dan KIH Harus Belajar Musyawarah dari Jawa Timur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 10 November 2014, 13:50 WIB
Elit KMP dan KIH Harus Belajar Musyawarah dari Jawa Timur
jawa timur/net
rmol news logo . Demi rakyat, tensi perseteruan antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) perlu diturunkan. Kedua kubu juga harus menyadari bahwa melayani rakyat lebih utama.

"Semua ini sangat kami sayangkan, karena akan menyandera keputusan program untuk rakyat dan APBN 2015 membutuhkan keputusan serta berjalannya pemerintahan baru Jokowi-JK sesuai hasil pemilu presiden 2014," Wakil Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Giyanto, kepada RMOL beberapa saat lalu (Senin, 10/11).

Karena itu, lanjut Giyanto, tokoh-tokoh nasional perlu belajar dari Jawa Timur. Di Jawa Timur, persoalan-persoalan yang timbul bisa diatasi dan selesai dengan jalan musyawarah untuk mufakat, sebagaimana juga dilakukamn para pendiri bangsa.

Di Jawa Timur, lanjutnya lagi, hari ini diputuskan APBD sebesar Rp 22,8 triliun, tanpa mempersoalkan siapa dan partai apa sang gubernur. Ini merupakan cerminan mengawal pembangunan atas kehendak rakyat sesuai kemampuan daerah, untuk kemudian diawasi bersama penggunaanya.

Giyanto pun mengingatkan bahwa setiap politisi harus berjuang mempertanggungjawabkan janji kampanye. Bukan malah bikin gaduh.

"Semangat Hari Pahlawan ini mari kita tularkan ke politisi nasional, untuk belajar musyawarah mufakat ke Jawa Timur," demikian Giyanto. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA