Demikian disampaikan aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Syamsul Munir, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 8/9).
Saat ini, katanya, Polri memaksa keluarga pensiunan keluar dari rumah yang telah ditempati sejak puluhan tahun. Dalih Polri tanah dan bangunan tersebut adalah rumah dinas dan akan dijadikan Gedung Disaster Victim Identification.
"Intimidasi dan rekayasa bukti pun dilakukan Polri," demikian Syamsul.
Siang ini, bertempat di kantor Kontas, para keluarga pensiunan akan menjelaskan kronologi, pokok persoalan dan apa saja intimidasi yang mereka alamai.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: