SBY Harus Tanggung Jawab Atasi Kelangkaan BBM!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 25 Agustus 2014, 18:37 WIB
SBY Harus Tanggung Jawab Atasi Kelangkaan BBM<i>!</I>
presiden sby/net
rmol news logo . Saat ini, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) melebihi batas maksimal 46 juta kiloliter sebagaimana diamanatkan dalam UU APBNP 2014 dan minimnya fiskal dalam APBN 2015. Karena itu, Pemerintahan SBY harus bertanggungjawab dan harus jujur kepada publik atas persoalan yang sangat serius itu, yang juga akhirnya menimbulkan kelangkaan di berbagai daerah.

"Presiden SBY harus mengatasi masalah kelangkaan BBM di beberapa daerah, karena hal tersebut dapat menjadi masalah serius bagi stabilitas ekonomi. Bahkan, jika tidak diantisipasi dengan serius, tidak tertutup kemungkinan akan menimbulkan goncangan politik," kata peneliti Populis Institute, David K. Alka, beberapa saat lalu (Senin, 25/8).

David menyatakan, SBY mesti bertanggungjawab atas kelangkaan BBM, sehingga publik tidak curiga bahwa SBY sengaja meninggalkan warisan yang dapat membebankan pemerintahan Jokowi. Kelangkaan BBM ini sangat mengganggu transisi dari pemerintahan SBY ke pemerintahan Jokowi.

"Akan sangat bijak jika SBY jujur menyampaikan publik persoalan serius perihal komsumsi BBM dan beban yang ditanggung oleh APBN 2015 terkait dengan subsidi BBM. Langkah ini akan menyelamatkan fiskal 2015 dalam rangka menjaga stabilitas politik dan stabilitas ekonomi," demikian David. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA