SUKSESI PDIP

Megawati di Antara Prananda dan Puan Maharani

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 19 Agustus 2014, 08:51 WIB
Megawati di Antara Prananda dan Puan Maharani
nanan-mega-puan/net
rmol news logo . PDI Perjuangan akhirnya berhasil memenangkan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2014. PDI Perjuangan akhirnya berkuasa setelah 10 tahun berpuasa dari pemerintahan.

Namun demikian, bukan berarti pekerjaan rumah dan hajatan besar bagi PDI Perjuangan sudah usai. Justru kini, PDI Perjuangan sedang menghadapi hajatan lain, yang tak kalah besarnya; Kongres PDI Perjuangan tahun 2015. Tentu saja, bagi sementara kader, ini justru lebih rumit karena harus bertempur satu sama lain di kandang sendiri.

Bisa dipastikan, tidak akan ada kader yang berani maju menjadi ketua umum partai, untuk menggantikan Megawati Soekarnoputri. Hal yang paling mungkin dilakukan adalah berdiri-berderet di antara dua putera mahkota; Prananda Prabowo atau Puan Maharani. Dua sosok inilah yang paling bisa dan paling mungkin menggantikan kursi ketua umum.

PDI Perjuangan, dengan meminjam karakter kepemimpinan kharismatik ala MaX Weber, sepertinya belum bisa lepas dari aura trah Soekarno.

Di tengah persaingan dua putera mahkota ini, pertanyaan publik, kepada siapa Megawati akan berpihak?

Ada yang percaya, Megawati akan berpihak kepada Puan karena indikasi selama ini juga menunjukkan Puan lah yang selalu dibawa tampil ke publik dalam acara-acara resmi partai. Ada juga yang percaya, Megawati sebenarnya lebih sreg kepada Prananda, yang dinilai bisa menyerap ide-ide Bung Karno, sementara Puan akan diberi jabatan publik di parlemen atau pemerintahan.

Namun sumber lain juga menyebutkan, sebenarnya Megawati tidak berpihak kepada siapa-siapa. Megawati menyerahkan semuanya pada jalan sejarah dan kuasa alam, dalam artian, akan membiarkan keduanya bersaing satu sama lain secara fair. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA