Sekitar 15 Persen Kecurangan Pemilu Terjadi di Tingkat Desa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 09 Juni 2014, 08:57 WIB
Sekitar 15 Persen Kecurangan Pemilu Terjadi di Tingkat Desa
ilustrasi/net
rmol news logo . Sistem demokrasi di Indonesia yang buruk tercermin dari kecurangan pemilihan umum legislatif yang terjadi secara sistematis dan massif.

"Kecurangan bahkan dilakukan oleh penyelenggara pemilu hampir di setiap tingkatan," kata Ketua Umum  Forum Akademisi IT (FAIT), Hotland Sitorus, beberapa saat lalu (Senin, 9/6).

Berdasarkan riset FAIT terhadap hasil pileg 9 April lalu, katanya, dari 200 sampel Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang diambil secara acak, diperoleh 15 persen terjadi kecurangan. PPS adalah pnitia pemilu di tingkat desa atau kelurahahan.

"Kecurangan yang ditemukan berupa pemindahan suara antar caleg di internal satu partai dan pemindahan suara antar caleg antar partai," kata Ketua Umum FAIT, Hotland Sitorus, beberapa saat lalu (Senin, 9/6).

FAIT, katanya, telah melakukan riset dengan mengumpulkan Model C1 dan membandingkannya dengan penghitungan terhadap Model DC 1.

"Dan hasilnya memang ada yang berbeda," demikian Hotland. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA