PILPRES 2014

Rachmawati Soekarnoputri Belum Mau Bicara Koalisi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Sabtu, 26 April 2014, 11:49 WIB
Rachmawati Soekarnoputri Belum Mau Bicara Koalisi
rachmawati soekarnoputri/net
rmol news logo Sulit membayangkan akan terjadi perubahan besar yang membuat tingkat kesejahteraan rakyat meningkat dan Indonesia menjadi negara yang bermartabat di mata dunia apabila pembicaraan mengenai koalisi menjelang pemilihan presiden hanya didasarkan pada pertimbangan pragmatis semata.

Oleh sebab itu, di sela-sela kasak-kusuk menjelang pemilihan presiden bulan Juli nanti ada baiknya elit politik merenungkan dalam-dalam arti dari perjuangan mereka merebut kekuasaan lewat jalan demokrasi.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Nasdem Rachmawati Soekarnoputri dalam perbincangan di kediamannya di Jalan Jatipadang Raya, Jakarta Selatan, kemarin petang (Jumat, 25/4).

Rachmawati yang juga ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Sukarno dan Universitas Bung Karno (UBK) itu belum mau mengomentari berbagai kemungkinan koalisi yang ada di depan mata.

Partai Nasdem pun, menurut dia, sebaiknya menahan diri terlebih dahulu agar tidak terjebak pada kepentingan sempit kelompok-kelompok anti-nasionalis yang ingin memanfaatkan proses demokrasi untuk merebut kekuasaan.

"Saya belum mau bicara soal koalisi. Saya kira yang paling penting saat ini adalah duduk bersama memikirkan dan membicarakan sekali lagi apa yang sebetulnya kita ingin capai melalui pemerintahan yang akan datang," kata Rachmawati.

"Apakah dari hasil pemilu yang baru berlangsung kita yakin bisa membentuk pemerintahan yang dapat melindungi kepentingan nasional dan rakyat banyak? Apakah tidak justru akan membuka peluang lebih lebar bagi kelompok neoliberalis?" tanya Rachmawati yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI periode 2007-2009.

Dia juga mengatakan, praktik politik dan ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh UUD 1945 yang telah diamandemen dengan serampangan pada kurun 1999 hingga 2001. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA