Berpeluang Usung Hatta Jadi Cawapres, PAN Mau Capresnya Jalankan Agenda Reformasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 15 April 2014, 06:29 WIB
Berpeluang Usung Hatta Jadi Cawapres, PAN Mau Capresnya Jalankan Agenda Reformasi
dradjad h wibowo/net
rmol news logo . Beredar kabar Partai Amanat Nasional (PAN) sudah dipastikan membangun koalisi dengan Partai Gerindra. Bahkan beredar pula berita, Prabowo Subianto akan berpasangan dengan Hatta Rajasa dalam Pilpres mendatang, dengan komposisi Prabowo sebagai capres dan Hatta sebagai cawapres. Di sosial media, foto Prabowo dengan Hatta pun sudah banyak bertebaran.

Terkait dengan kabar ini, Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad H Wibowo, menjawab dengan sangat mendasar dan berbasis pada realitas keindonesiaan maupun kondisi partai. Menurutnya, dalam periode pemerintahan 2014-2019 ini PAN mengusung agenda Reformasi Gelombang Kedua, dengan fokus pada politik kemakmuran, atau dengan kata lain kesejahteraan.

Dradjad mencatat, Reformasi Gelombang Pertama yang bergulir sejak 1998 sudah menghasilkan stabilitas nasional dan pertumbuhan ekonomi. Namun dari sisi pemerataan dan sustainabilitas masih tertinggal. Karena itu, agenda PAN di bawah arahan Ketua MPP Amien Rais dan kepemimpinan Hatta Rajasa ingin lebih mendorong pemerataan di segala bidang bagi rakyat Indonesia, mulai dari pemerataan pendapatan, akses ekonomi, akses terhadap tanah, kesempatan kerja, pendidikan hingga pemerataan pembangunan antar sektor.

"Tokoh yang diberi amanat PAN dan Pak Amien mengusung agenda Reformasi Gelombang Kedua ini adalah Bang Hatta," kata Dradjad kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 15/4).

Terkait dengan upaya dan tekad menjalankan agenda itu, lanjut Dradjad, PAN sudah lama menjalin komunikasi dengan semua partai politik, termasuk dengan PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra dan Demokrat. Komunikasi ini terus dilakukan setelah pemilihan legislatif pada 9 April lalu. Bahkan setelah 9 April itu komunikasi semakin mengerucut kepada penyamaan visi, misi dan agenda, dan tentu saja soal sosok yang akan menjadi pengantin dalam melaksanakan agenda Reformasi ini, atau pasangan capres-cawapres.

Sementara dalam hal pasangan capres-cwapares ini, lanjut Dradjad, Rapat Kerja Nasional PAN tahun 2011 memutuskan Hatta untuk maju sebagai capres. Namun memang realitas pileg menjadi lain, dan suara PAN belum cukup untuk menjadikan PAN sebagai lokomotif koalisi. Dengan demikian, PAN membuka peluang mengajukan Hatta sebagai cawapres untuk mengusung agenda Reformasi Gelombang Kedua tersebut.

"Capres dan partai yang dipilih PAN sebagai pasangan tentu yang bisa mengakomodasi agenda PAN di atas dan sekaligus siap berpasangan dengan bang Hatta sebagai pengemban amanat mewujudkan agenda tersebut. Itu kriteria yang mendasari pilihan PAN. Partai apa dan siapa? Tunggu sampai nanti diumumkan Pak Amien dan bang Hatta bersama-sama pasangan Capres dan mitra koalisi," jelas Dradjad, yang dikenal sebagai ekonom kerakyatan.

Keputusannya sendiri, lanjut Dradjad, sudah hampir final. Dan begitu final, akan segera diumumkan kepada publik. Sementara itu, sesuai Anggaran Rumah Tangga (ART) Partai, keputusan ini diambil bukan oleh MPP maupun DPP melainkan oleh Rakernas. Dan di PAN, Rakernas adalah forum kedua tertinggi setelah Kongres PAN. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA