Setibanya di lokasi acara, Prabowo disambut langsung oleh Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos Jr. selaku tuan rumah KTT ASEAN tahun ini.
Setelah itu, seluruh kepala negara dan kepala pemerintahan ASEAN diarahkan menuju Platform Ocean Pavilion untuk mengikuti sesi foto bersama.
Para pemimpin ASEAN tampak berdiri berdampingan sebagai simbol solidaritas kawasan di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Dalam sesi foto tersebut, Prabowo berdiri di antara Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet.
Usai sesi foto bersama, para pemimpin negara ASEAN kemudian memasuki ruang retreat untuk mengikuti pembahasan tertutup terkait berbagai isu strategis kawasan dan global.
Dalam pidato pembukanya, Marcos Jr. menyoroti meningkatnya ketidakpastian dunia yang dinilai berdampak langsung terhadap negara-negara ASEAN.
“Kita berkumpul di saat ketidakpastian, saat peristiwa yang terjadi jauh di luar wilayah kita, mengingatkan kita sekali lagi betapa eratnya keterkaitan kita. Baik jarak maupun kemitraan saja tidak dapat mengisolasi suatu negara dari dampak konflik yang terjadi di belahan dunia lain,” ujar Marcos Jr.
Dalam forum itu, Marcos Jr. turut memperkenalkan kerangka LEAD, SAIL, dan RISE sebagai strategi terintegrasi ASEAN untuk memperkuat tiga pilar utama komunitas ASEAN.
“Bersama-sama, kerangka kerja ini menerjemahkan visi jangka panjang ASEAN ke dalam tindakan yang saling memperkuat dalam hal perdamaian, kemakmuran, dan pemberdayaan masyarakat,” ucapnya.
BERITA TERKAIT: