Pilpres 2014 Jadi Medan Pertempuran Pandawa dan Kurawa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 11 April 2014, 13:45 WIB
Pilpres 2014 Jadi Medan Pertempuran Pandawa dan Kurawa
ilustrasi/net
rmol news logo . Mau tak mau, dengan perolehan suara sementara berdasarkan hasil quick count  yang belum menembus 20 persen, PDI Perjuangan perlu membangun komunikasi politik dan berkoalisi dengan partai-partai lain untuk mengusung Jokowi sebagai presiden.

"Pilpres 2014 ini menimbulkan konsesi-konsesi politik yang berbeda dengan pilpres 2009, dan berujung terbentuknya dua kubu koalisi besar," kata politisi PDI Perjuangan, Fahmi Alhabsy, beberapa saat lalu (Jumat, 11/4).

Pilpres 2014 ini, lanjut Fahmi, cukup mengerikan karena konsesi-konsesi politik yang akan diminta bukan lagi sekedar bagi-bagi menteri tapi siapa yang bisa menjamin keamanan dari kasus-kasus korupsi elit politik.

Terkait dengan dua kubu ini, Fahmi mengistilahkan antara Koalisi Kesadaran Nasional yang dipimpin PDI Perjuangan, dan kondisi status quo koalisi Setgab Jilid 2, yang akan dipimpin Partai Golkar. Dan koalisi Pilpres ini akan berlanjut hingga koalisi parlemen di masa mendatang, misalnya terkait dengan pembahasan KUHAP di DPR yang berpotensi mengamputasi kekuatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Tentu publik sudah cerdas  membaca yang sangat berkepentingan agar KPK ini tidak lagi ganas dalam melanjutkan pemberantasan korupsi. Inilah sejatinya Perang Pandawa dan Kurawa yang mengerikan dalam pilpres 2014," demikian Fahmi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA