Suara PDIP Tak Sesuai Target karena Kurang Maksimalkan Iklan Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 09 April 2014, 21:39 WIB
Suara PDIP Tak Sesuai Target karena Kurang Maksimalkan Iklan Jokowi
jokowi/net
rmol news logo . PDI Perjuangan tidak maksimal menawarkan Jokowi kepada publik. Sehingga tidak heran bila suara PDI Perjuangan mentok di angka 20 persen.

"Iklan-iklan PDIP seharusnya menonjolkan Capres, bukan Ketua Umum atau Ketua Bappilu," kata pengajar ilmu politik dari Universitas Indonesia, Ari Junaedi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 9/4).

"Ibarat film, yang harus ditonjolkan aktor utama, bukan figuran apalagi tukang rias atau make-up artist," sambung Ari, yang juga pengajar pasca sarjana di beberapa kampus ternama.

Hal senada diungkapkan Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya. Menurutnya, sebenarnya ada kenaikan elektabilitas Jokowi pasca deklarasi.

"Tapi yang kita lihat setelah 14 Maret iklan masih diwarnai sosok Puan dan bukan sosok yang dijadikan elektoral," kata Yunarto Wijaya.

Selain itu kampanye yang dilakukan PDIP juga terbelah menjadi dua. Yakni kampanye yang dilakukan Jokowi dan Indonesia Hebat yang digaungkan Puan Maharani.

"Yang akhirnya muncul adalah gerakan setengah hati mencapreskan Jokowi, ini yang menyebabkan kenaikan elektoralnya tidak signifikan," kata Yunarto. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA