SURVEI LSJ

Hanura Sudah Jadi Tiga Besar dan Bayang-bayangi Golkar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 03 April 2014, 16:20 WIB
Hanura Sudah Jadi Tiga Besar dan Bayang-bayangi Golkar
ILUSTRASI/NET
rmol news logo . Elektabilitas Partai Hanura terus melejit. Bahkan, dalam survei Lembaga Survei Jakarta (LSJ), Hanura masuk dalam tiga besar, dengan perolehan suara empat kali lipat dari Pemilu 2009.

"Dengan berada di posisi ketiga dan mengantongi 15,1 persen, Hanura semakin menempel ketat posisi pertama yang ditempati oleh Golkar yang mengantongi 18,5 persen dan posisi kedua yang ditempati oleh PDI Perjuangan dengan 17,6 persen suara," kata peneliti utama LSJ, Syaiful Syam, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 3/4).

Menurut syaiful, ada sejumlah faktor yang membuat Partai Hanura dapat melesat bagitu dahyat. Pertama, masuknya pengusaha besar Harry Tanoesoedibyo membawa energi yang luar biasa untuk meningkatkan vitalitas Partai Hanura. Kedua, citra sebagai partai bersih membuat Partai Hanura menjadi salah satu alternatif utama dari migrasi simpatisan partai lain yang tersangkut kasus korupsi. Ketiga, kepimpinan Wiranto yang berhasil meredam konflik internal berhasil membuat Partai Hanura sebagai partai yang relatif solid.

Sementara itu, Partai Demokrat dan PKS yang merupakan partai yang tergabung dalam Setgab (Sekretariat Gabungan) koalisi partai pemerintah, dalam survei ini disebutkan bakal kehilangan jutaan simpatisannya yang bermigrasi ke partai-partai lain. Partai anggota Setgab lainnya yang tergusur dari enam besar yaitu, PKB, PPP dan PAN.

Selain Partai Hanura, Partai Gerindra pun berhasil menuai dukungan yang cukup besar, dengan menempati posisi keempat dengan mengantongi 13,5 persen suara.

Survei LSJ ini dilakukan sejak tanggal 18 sampai dengan 30 Maret 2014 di 33 Provinsi dengan sampel sebanyak 1.225, dengan margin of error plus minus 2,8 persen dan level of confidence 95 persen. Populasi survei adalah seluruh penduduk Indonesia yang telah memiliki hak pilih, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun ke atas atau belum berusia 17 tahun tapi sudah menikah.

"Metode pengumpulan data dalam survei ini dilakukan dengan teknik wawancara yang berpedoman pada kuesioner," demikian Syaiful Alam. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA