Peringatan Harsianas Ke-81

Penyiaran Indonesia Jangan Hanya Pentingkan Keuntungan!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 01 April 2014, 12:41 WIB
rmol news logo Dunia penyiaran Indonesia hari ini (Selasa, 1/4) memperingati Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) yang ke-81.

Sekalipun telah mengalami banyak perubahan, baik secara bentuk, fungsi serta misi, namun wajah penyiaran Indonesia saat ini masih belum secara optimal mewujudkan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam UU Penyiaran.

"Dengan Harsiarnas ke 81 tahun ini, kita berharap lembaga penyiaran dapat merekonstruksi dirinya untuk menjadi pelopor dalam pembentukkan watak dan jati diri bangsa, menghasilkan insan yang bertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan memperkukuh integrasi nasional," kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Judhariksawan dalam rilisnya.

Selain itu Judhariksawan juga berharap agar industri penyiaran ke depan tak hanya berorientasi pada keuntungan, tapi juga mencerdaskan kehidupan berbangsa.

"Melalui Harsiarnas tahun ini, semoga lembaga penyiaran terus memperbaiki diri dan memberikan siaran yang seimbang, sekaligus memenuhi harapan publik yang diamanahkan melalui pemanfaatan spektrum frekuensi publik yang tentu berorientasi untuk publik," jelasnya.

Dalam peringatan Harsianas tahun ini, KPI Pusat mengadakan acara peringatan puncak di Jambi pada 22 April mendatang serta Rapat Koordinasi Nasional KPID seluruh Indonesia dengan tema "Menuju Penyiaran Indonesia yang Berdaulat".

Harsianas sendiri merupakan hari yang diperingati untuk mengenang siaran radio pertama Indonesia Solosche Radio Vereniging (SRV) yang dibangun bukan oleh Belanda, melainkan oleh masyarakat pribumi yakni Mangkunegoro VII dan Insinyur Sarsito Mangunkusumo.

Semangat pembangunan SRV saat itu adalah untuk melawan dominasi siaran radio Pemerintah Hindia Belanda yang menggunakan medianya untuk mengadu domba dan menurunkan semangat juang pribumi di daerah. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA