Jakarta Semakin Tidak Aman, Ada 17 Perempuan Dibunuh dalam Tiga Bulan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 31 Maret 2014, 06:20 WIB
Jakarta Semakin Tidak Aman, Ada 17 Perempuan Dibunuh dalam Tiga Bulan
ilustrasi/net
rmol news logo . Dalam tiga bulan terakhir ini, angka pembunuhan di Jakarta terhadap perempuan terus meningkat. Sebagian korban, diperkosa sebelum dibunuh. Tragisnya, para perempuan yang dibunuh tersebut, tepatnya 11 kasus, dibuang begitu saja di jalanan.

"Ibukota Jakarta ternyata semakin tidak aman bagi kaum perempuan," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 31/3).

Data yang dihimpun IPW dari Januari hingga Maret 2014, urai Neta, ada 17 perempuan dibunuh di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Perinciannya, Januari ada lima perempuan yang dibunuh, Februari ada dua, dan Maret meningkat menjadi 10 perempuan yang dibunuh.

"Daerah paling rawan bagi perempuan adalah Bekasi ada enam wanita dibunuh, Tangerang tiga orang, Depok dua orang, Jakarta Pusat dua orang, Jakarta Utara satu orang, Jakarta Barat satu orang, Jakarta Selatan satu orang, dan Jakarta Timur orang," jelas Neta.

Sementara dari sisi, lanjut Neta, usia wanita yang dibunuh rata-rata sangat muda. Usia 14 sampai 25 ada 12 orang yang terbunuh dan usia 30 sampai 51 ada lima orang. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA