Ukraina Rela Cabut Subsidi Gas agar Dapat Bantuan IMF

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 28 Maret 2014, 07:17 WIB
Ukraina Rela Cabut Subsidi Gas agar Dapat Bantuan IMF
ilustrasi/net
rmol news logo . Tinggal selangkah lagi bagi  The International Monetary Fund (IMF) untuk membantu Ukraina dengan mengucurkan dana sebesar 14 sampai 18 miliar dolar AS selama dua tahun ke depan.

Kesepakatan tersebut tinggal menunggu persetujuan dari  seluruh dewan di IMF.

Kesepakatan tersebut juga diharapkan dapat menagawali  kesepakatan lainnya antara ukraina dan Uni Eropa serta Amerika Serikat. Uni Eropa dan AS akan memberi pinjaman sebesar 27 miliar dolar AS.

Sebagaimana dilansir BBC (Kamis, 27/3), pemotongan subsidi energi untuk para konsumen menjadi bagian dari kesepakatan untuk menyelamatkan Ukraina. Ukraina pun, sejak Rabu lalu (26/3) sudah memutuskan untuk menaikkan harga gas domestik sebesar 50 persen dalam upaya mengamankan paket bantuan IMF.

Perdana Menteri Ukraina yang baru, Arseny Yatsenyuk, mengatakan bahwa ia menyetujui kesepakatan ini karena Ukraina telah berada di tepi kebangkrutan ekonomi dan keuangan. Dan ia yakin langkah-langkah penghematan yang diusulkan oleh IMF, akan memilih ekonomi Ukraina. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA