Rencana itu diumumkan oleh pihak pengelola museum pada Rabu (26/3). Salah satu bagian dari rencana tersebut adalah dengan melarang pemegang tiket tahunan atau annual ticket untuk mengunjungi kawasan selama waktu-waktu padat pengunjung.
Kepala museum, Shan Jixiang,mengatakan bahwa rencana itu dilakukan untuk melestarikan museum, mengontrol jumlah pengunjung serta meningkatkan perlindungan bagi situs peninggalan sejarah itu.
Shan mengungkapkan bahwa rencana itu telah disetujui oleh Dewan Kenegaraan Tiongkok. Dewan Kenegaraan menyebut bahwa rencana tersebut akan membantu Kota Terlarang untuk menjadi kawasan museum kelas satu pada tahun 2020 mendatang, bertepatan dengan 600 tahun berdirinya istana tersebut.
Kota Terlarang yang terletak di pusat kota Beijing tersebut merupaka rumah bagi kaisar Tiongkok dan merupakan pusat tertinggi kekuasaan negara tersebut selama sekitar 500 tahun.
Selain mengontrol jumlah pengunjung, di museum juga akan dilakukan renovasi gudang bawah tanah, pemulihan benda-benda peninggalan budaya serta membangun kembali infrastruktur yang lebih memadai.
Bukan hanya itu, jelas Shan, sebagaimana dilansir
Xinhua taman yang terletak di dekat gerbang utama Kota Terlarang juga akan direnovasi. Pengelola juga akan mencabut sejumlah gerbang penjaga dan membangun dua pusat wisatawan di kawasan wisata itu.
Diketahui, Kota terlarang dapat menarik sekitar 14 juta pengunjung domestik maupun mancanegara setiap tahunnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: