Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein dalam konferensi pers pada Rabu (26/3) berdasarkan data terbaru dari citra satelit dari Airbus Defense and Space Prancis. Citra satelit tersebut diketahui diambil pada hari Minggu (23/3) dan baru diinformasikan dua hari setalahnya.
Berdasarkan analisa yang dilakukan oleh Badan Penginderaan JauhMalaysia atau Malaysian Remote Sensing Agency (MRSA), kata Hishammuddin, 122 objek potensial tersebut dapat diidentifikasi di area perairan yang luasnya sekitar 400 km persegi.
Sejumlah objek yang ditangkap berukuran beberapa meter, dan ada juga yang berukuran lebih besar sekitar 23 meter. Sementara itu beberapa objek juga ditemukan tampak cerah yang mengindikasikan bahwa objek tersebut merupakan benda padat.
Sejumlah objek potensial yang baru ditemukan terletak sekitar 2.557 km dari Perth.
Lebih lanjut Hishammuddin menyebut bahwa ia dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah menggelar perbincangan dengan utusan khusus China, Zhang Yesui pada hari yang sama.
Dalam perbincangan, kata Hishammuddin, menyebut bahwa China terus memperbaharui informasi terbaru dari perusahaan Inggris Inmarsat.
Ia menambahkan saat ini telah dibentuk kelompok kerja internasional baru yang dirikan atas dasar informasi dari Inmarsat. Kelompok kerja tersebut terdiri dari Inmarsat, AAIB, the Chinese CAAC dan AAID, NTSB, FAA, Boeing, Rolls Royce, dan pemerintah Malaysia.
Hishammuddin menyebut bahwa Australia saat ini membagi pencarian di dua sektor, yaki timur dan barat di mana di setiap area terdapat enam pesawat yang dikerahkan untuk mencari pesawat.
"Dua kapan juga akan bergabung dalam pencarian," jelasnya sambil menambahkan bahwa operasi pencarian di koridor utara dan bagian utara dari koridor selatan telah dihentikan. Demikian seperti dilansir kantor berita China
Xinhua.
[ysa]
BERITA TERKAIT: