Ini Alasan Mengapa Caleg PDIP Harus Blusukan Ketimbang Kampanye Terbuka

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 20 Maret 2014, 06:40 WIB
Ini Alasan Mengapa Caleg PDIP Harus <i>Blusukan</i> Ketimbang Kampanye Terbuka
boy sadikin/net
rmol news logo . Kampanye terbuka bisa merugikan publik. Lebih-lebih di Jakarta. Misalnya, bila berkumpul 50 orang, maka paling tidak ada 925 bis yang harus tersedia. Dengan demikian, karena bis-bis ini dipakai kampanye, moda transportasi untuk publik di hari itu menjadi berkurang.

"Tentu hal ini tidak baik bagi pengguna bus lain, karena ketersediaan bis akan terganggu. Belum lagi kemacetan yang ditimbulkan. Bayangkan saja produktifitas usaha terganggu," kata Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Boy Bernadi Sadikin, Rabu kemarin (19/3).

Maka itu, lanjut Boy, DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta mengusulkan kepada DPP Partai agar kedua hal tersebut dapat dipertimbangkan sekali lagi. Sebab lebih banyak madaratnya ketimbang manfaatnya.

"Sisi lain, rasanya sudah bukan jamannya lagi mengkonsentrasikan massa," ungkap Boy, yang merupakan putera sulung mantan gubernur DKI Ali Sadikin, sambil mengatakan saat ini jamannya kampanye dengan mendatangi calon pemilih di setiap wilayah sehingga bisa lebih dekat, lebih memahami keinginan rakyat dan lebih bisa merasakan denyut nadi rakyat.

"Saya selaku Ketua DPD PDI Perjuangan memerintahkan agar seluruh caleg PDI Perjuangan di 10 Daerah Pemilihan untuk lebih intensif mendatangi rumah warga untuk bersilaturahim dan menyerap aspirasi mereka," ungkap Boy.

Boy menambahkan, PDI Perjuangan harus memberikan contoh yang lebih mulia demi perkembangan demokrasi di Indonesia. Dan ini bukan soal gengsi kegiatan atau hiburan.

"Jamannya bukan hiburan untuk rakyat, tapi kesejahteraan rakyat, caranya dengan membuat kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat itu sendiri. Gimana tau nya? Ya blusukan," demikian Boy. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA