Seperti dilansir
CNN pada Kamis (13/3), dalam pengujian atas kasus tersebut, dikonfirmasi bahwa seorang wanita berusia 46 tahun yang baru terdiagnosa mengidap virus HIV memiliki tipe virus yang hampir identik dengan pasangan wanitanya. Pasangannya tersebut sebelumnya telah diketahui mengidap HIV dan berhenti melakukan pengobatan sejak tahun 2010.
Para pakar sebelumnya menyebut bahwa penularan HIV melalui hubungan seksual antar wanita jarang dan bahkan sulit terjadi. Namun kasus tersebut membuktikan bahwa penularan melalui kontak seksual antar wanita bukan tidak mungkin terjadi.
CDC menerima laporan tersebut pada Agustus 2012 lalu dari Departemen Kesehatan Houston. Wanita yang baru terdiagnosa HIV tersebut dilaporkan tidak memiliki faktor resiko lain seperti penggunaan narkoba dengan jarum suntik, pembuatan tato, hubungan heteroseksual, atau transfusi atau transplantasi darah.
Wanita tersebut, menurut keterangan CDC telah melakukan penjualan darah pada Maret 2012 untuk menambah penghasilan. Namun tes yang dilakukan sebelum pengambilan darah menunjukkan bahwa ia negatif HIV.
Sepuluh hari setelah melakukan donor darah, pada April 2012, wanita tersebut kemudian masuk rumah sakit karena mengeluhkan sakit tenggorokan, demam panas, muntah, dan penurunan nafsu makan. Ketika itu ia kembali menjalani tes darah yang menunjukkan bahwa ia negatif HIV.
Akan tetapi, 18 hari kemudian, wanita tersebut kembali mendonorkan darahnya. Dalam tes darah sebelum donor itulah ia diketahui terinfeksi HIV.
Setelah melakukan pemeriksaan, CDC menyebut bahwa wanita tersebut diyakini tertular HIV dari rekan seksualnnya yang merupakan seorang wanita berusia 43 tahun. Pasalnya ia diketahui hanya melakukan hubungan seksual dengan rekan wanitanya tersebut dalam kurun waktu enam bulan terakhir sebelum ia dinyatakan tertular HIV.
Dalam kajian yang dilakukan CDC, kedua wanita tersebut secara rutin melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dan menggunakan sex toy. Sejumlah kontak seksual bahkan dilakukan ketika menstruasi. Hal itu bisa jadi media bagia virus HIV untuk menular.
[ysa]
BERITA TERKAIT: