"Yaitu, kebijakan yang terjebak pada term jangka pendek," ujar ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak dalam diskusi Pesan Kunci "Indonesia Pasca SBY" yang digela
r Rakyat Merdeka Online di kawasan Cikini, Jakarta kemarin.
Menurut dia, pasca SBY, Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah permasalahan. Pertama, lebih dari 80% sumber daya alam dikuasai asing. Oleh sebab itu, butuh presiden yang berani melawan dominasi pembajakan SDA tersebut.
Kedua, ketahanan pangan yang masih lemah. Dia menjelaskan, impor di subsektor peternakan saja sepanjang 2013 meningkat sebesar 60 persen. Sementara untuk impor pangan lain meningkat sebesar 29 persen lebih.
"Hal ini terjadi karena perspektif rabun jauh dalam kebijakan ekonomi kita masih diidap, sehingga ketika pasokan kurang, kita tidak punya pilihan selain impor," beber dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten ini.
Namun sayangnya, kebijakan substansi jangka panjang seperti revitalisasi pertanian, hanya berhenti pada tingkat retorika.
[zul]
BERITA TERKAIT: