Terlihat Jelas Kuis Kebangsaan Mau Akali Sanksi KPI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 27 Februari 2014, 08:29 WIB
Terlihat Jelas <i>Kuis Kebangsaan</i> Mau Akali Sanksi KPI
ilustrasi/net
rmol news logo . Setelah sanksi administrasi dilayangkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) para program siaran "Kuis Kebangsaan" di RCTI, ternyata acara ini masih tetap tayang dengan konsep yang berbeda.

Dalam program sebelum ada sanksi, tampil Wiranto dan Hari Tanoesoedibjo yang sudah jelas-jelas mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dari Partai Hanura. Kemudian kata kunci kuisnya adalah slogan dari kedua tokoh itu. 

Kini, yang tampil dalam acara itu adalah calon legislatif dari Partai Hanura.

"Mereka mencoba mengakali sanksi yang diberikan KPI. Itu artinya mereka mengabaikan sanksi dan melawan KPI yang sudah jelas adalah regulator penyiaran yang diamanahi undang-undang," kata pengajar komunikasi politik Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 27/2).
 
Menurut Ari, adanya perubahan model siaran dalam "Kuis Kebangsaan" yang jelas-jelas bisa dikategorikan kampanye ini menunjukkan media penyiaran terkait susah dan tidak mau diatur oleh lembaga negara yang mengurusi regulator penyiaran. Padahal frekuensi siaran yang digunakan lembaga penyiaran adalah sumber daya yang jumlahnya terbatas dan milik publik.

"Dalam konteks penggunaannya, lembaga penyiaran diamanahi dalam pengelolaan frekuensi tersebut," demikian Ari. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA