Demikian disampaikan Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Ali Masykur Musa (AMM) dalam Diskusi Panel Ahli PP ISNU di Gedung PBNU Jakarta (Selasa (11/2).
Menurut AMM, rendahnya kesadaran terhadap potensi bencana juga ditunjukkan oleh rendahnya kesadaran terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Setiap hari Indonesia menggerogoti daya dukung lingkungan dengan merusak alam. Hutan-hutan dibabat, gunung-gunung digusur, ruang terbuka hijau diransek, dan daerah resapan air dikonversi menjadi gedung, mal, dan perumahan, serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) tidak diimplementasikan secara konsisten.
Jika kondisi ini tidak dihentikan, menurut AMM yang menjabat sebagai Ketua Pelaksana Kelompok Kerja Audit Lingkungan se-Dunia (WGEA), Indonesia akan berubah dari "tanah surga" menjadi "tanah neraka". Siklus bencana akan menghantui Indonesia setiap tahun. Hasil pembangunan yang dicapai dengan susah payah akan sirna dalam sekejap. Kerugian materiil dan moril akan semakin tak terperi.
Sebelum terlambat, AMM mendesak agar road map pembangunan harus lebih bersifat ramah lingkungan, dari hulu hingga hilir. RTRW dibuat menyeluruh dan dilaksanakan secara konsisten. Daerah yang sudah ditetapkan sebagai ruang terbuka hijau tidak boleh dikonversi untuk dalih apa pun. Persentase luas hutan untuk setiap wilayah yang sudah ditetapkan harus dipenuhi. Izin-izin pemanfaatan hutan dihentikan sementara. Langkah-langkah reboisasi dan penghijauan dilakukan sebagai gerakan nasional.
Pada akhirnya, imbuh AMM, kita semua bertanggung jawab mengarifi lingkungan. Sebab, bumi yang kita huni ini bukanlah warisan dari nenek moyang kita dari masa silam, melainkan titipan untuk anak cucu di masa depan.
"Merusak lingkungan sama halnya merusak peradaban anak cucu, menjaga lingkungan berarti merawat titipan demi masa depan anak cucu yang lebih baik," demikian pungkas Cak Ali, sapaan akrab salah satu Capres Konvensi Partai Demokrat ini.
Selain AMM, Diskusi Panel Ahli dengan tema "Indonesia: Peta Bencana dan Antisipasi" ini juga menghadirkan narasumber lain yaitu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Mayjen (Purn) Syamsul Maarif, Sekretaris Dewan Nasional Perubahan Iklim Ari Muhammad, dan Direktur Tata Ruang Wilayah Nasional Kementerian Pekerjaan Umum Dr. Budi Situmorang.
[dem]
BERITA TERKAIT: