PEMBEBASAN CORBY

Ketua DPP PKS: Pemerintahan SBY Lembek dan Tidak Konsisten!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 08 Februari 2014, 08:44 WIB
Ketua DPP PKS: Pemerintahan SBY Lembek dan Tidak Konsisten<i>!</i>
aboebakar/net
rmol news logo . Pemerintahan SBY-Boediono terlihat lembek dan tidak konsisten memberantas narkoba dengan memberi pembabasan bersyarat untuk ratu narkoba asal Australia, Schapelle Corby.

Lembek karena kebijakan pemerintah ini membuat pengedar dan bandar narkoba tidak takut lagi. Tidak konsisten karena ada Peraturan Pemerintah No.99/2012, yang semangatnya pengetatan remisi dan pembebasan bersyarat untuk napi koruptor, narkoba dan teroris.

"Bila Corby diberikan remisi berarti ada inkonsistensi dalam menjalankan kebijakan, bahkan bisa dikatakan ada ketidakadilan," kata anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboebakar Alhabsy, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 8/2)

Menurut Aboebakar, yang juga Ketua DPP PKS, Corby terlihat juga diistemawakan karena sebelumnya SBY pernah memberi grasi kepadanya berupa pengurangan hukuman selama lima tahun. Corby juga mendapatkan pengurangan hukuman enam bulan bertepatan dengan peringatan 17 Agustus 2013.

"Padahal corby bukanlah justice collaborator. Sebagai ratu marijuana dia tak mau bekerja sama dengan penegak hukum untuk membongkar jaringan sindikat narkoba," demikian Aboebakar. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA