"Data terakhir ada 136 orang yang memilih city tour," kata kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan PariÂÂwisata (Dispobpar) Kota Probolinggo, Paeni Effendi.
Menurut Paeni, setiap tahun Kota Probolinggo selalu kedatangan wisatawan asing yang menggunakan kapal pesiar. Bahkan, hingga Maret nanti saja tercatat enam kapal pesiar akan singgah di Pelabuhan Tanjung Tembaga (PTT), Kota Probolinggo.
"Di Probolinggo kapal itu transit sebelum berangkat ke tujuan akhir," jelas Paeni sebagaimana dilansir
JPNN (Kamis, 6/2).
Mantan sekretaris dinas pendidikan itu mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan travel untuk menyambut para turis. Caranya, menyajikan seni dan budaya yang dimiliki Kota Probolinggo.
Seni dan budaya itu, antara lain, situs-situs dan cagar budaya. Misalnya, Gereja Merah, museum, pasar baru, alun-alun, dan stasiun. "Secara ekonomi, tidak ada yang kami dapatkan secara langsung (dari kunjungan kapal pesiar). Yang didapat hanya efeknya terhadap ekonomi kerakyatan," jelasnya.
Efek itu, misalnya, dirasakan tukang becak maupun pedagang. Menurut dia, para turis bisa mengendarai becak dari PTT. Nah, tukang becak pun sudah tahu peluang itu. "Sudah ada yang mengoordinasikan," katanya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: