Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Inilah Cara Lalu Mara Promosikan Wisata Lombok

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 06 Februari 2014, 07:27 WIB
Inilah Cara Lalu Mara Promosikan Wisata Lombok
rmol news logo . Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat (TNB) merupakan salah satu destinasi wisata terkemuka di Indonesia.

Keindahan tempat wisata di Lombok pun tidak kalah bila dibandingkan dengan daerah lain. Sebut saja misalnya pantai yang begitu memukau, desa tradisional yang masih terjaga, maupun pegunungan yang menghijau.

Namun sayang, bila dibandingkan dengan daerah lain yang sudah terlebih dahulu dikenal wisatawan, keindahan pulau Lombok seakan-akan terbenam dan hanya menjadi "sisa kunjungan" saja . Di antara persoalan yang paling utama dalam hal ini adalah terkait dengan promosi. Promosi wisata Lombok dinilai masih sangat minim.

Karena itulah, tokoh nasional asal Lombok, Lalu Mara Satria Wangsa, terus berupaya mempromosikan wisata Lombok, dalam berbagai kesempatan dan momentum. Sebab bagi Lalu Mara, memperjuangkan daerah asal merupakan bagian penting dari perjalanan hidupnya.

Lalu Mara, yang sudah dikenal publik nasional, baik sebagai Jurubicara Aburizal Bakrie dan keluarga maupun sebagai manajer klub sepakbola, terus menjadi corong bagi masyarakat Lombok. Ia pun selalu membawa persoalan Lombok ke tingkat nasional agar menjadi perhatian pusat, dan di saat yang sama ia juga selalu mendorong pemerintah daerah untuk terus berkarya dan bangkit.

Terkait dengan promosi wisata Lombok, ada banyak cara yang dilakukan Lalu Mara. Misalnya selalu membicarakan keindahan Lombok bila berbincang dalam berbagai forum. Cara lain, memposting beragam keanggunan tanah Lombok melalui media sosial seperti facebook.

Rabu kemarin misalnya (5/2), dalam acara silaturrahmi kepada sejumlah warga di Pemenang dan Gangga , Lalu Mara sengaja singgah di Pusuk Pass. Pusuk Pass, selain Gunung Pengsong, dikenal dengan godek-nya. Godek adalah bahasa lain untuk monyet.

Menariknya, monyet di Pusuk ini berbeda dengan monyet di tempat wisata lain. Misalnya dengan monyet di Hutan Kera Ubud yang sempat memelorot baju mahasiswi asal Taiwan hingga topless, maupun monyet di Pantai Pangandaran yang kadang mencakar pengunjung. Monyet di Pusuk Pass bisa dikatakan sopan kepada pengunjung.

Godek Pusuk, begitu nama monyet ini dikenal, tidak sembarangan apalagi sampai memelorotkan baju atau celana pengunjung. Godek Pusuk juga tidak suka mencuri. Godek Pusuk bersahabat kepada pengunjung, dan kalau meminta pun dengan cara memberi kode, baik dengan tangan atau suara.

Namun sayang, sekali lagi, selain kurang promosi, tempat wisata ini juga kurang mendapat perhatian.

"Seharusnya, lokasi ini dibuat menarik oleh pemerintah. Agar wisatawan yang ke Lombok nyaman, tidak di pinggir jalan untuk menikmati hiburan dari para Godek," demikian Lalu Mara, yang juga caleg DPR RI dari NTB. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA