Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 5/2).
"Namun menjelang tahun politik 2014, kerjasama ini perlu diformalkan, sehingga
ajakan Kapolri agar wartawan jadi intel polisi merupakan sebuah kondisi yang kontekstual, yg patut diapresiasi kalangan pers demi menjaga situasi kamtibmas di seluruh Indonesia," jelas Neta.
Berdasarkan data IPW, lanjut Neta, potensi konflik sosial di 2014 cukup tinggi. Indikasinya pun sudah terlihat di 2013. Dari 33 propinsi, 27 di antaranya yang diterjang konflik sosial. Sementara itu, jumlah konflik sosial mencapai 153 kali, yang mengakibatkan 203 orang tewas, 361 luka, 483 rumah dirusak dan 173 bangunan lainnya dibakar.
"Pertikaian antar warga dan antar-kelompok mendominasi hilangnya nyawa rakyat di sepanjang 2013," ungkap Neta.
[ysa]
BERITA TERKAIT: