Karena itu, DPD Barisan Indonesia (Barindo) Nusa Tenggara Timur bersama 22 DPC Kabupaten/Kota se-NTT mendukung langkah strategis yang diambil oleh Gita Wirjawan tersebut.
"Kami mendukung Ketum DPP Barindo (Gita Wirjawan) mengundurkan dari jabatan Menteri Perdagangan agar tidak terjadi konflik kepentingan dan penyalahgunaan dalam konvensi Capres Partai Demokrat," ujar Ketua DPD Barindo NTT Jonathan Nubatonis (Minggu, 2/1).
Apalagi, menurut Jonathan, calon pemimpin bangsa harus menunjukkan contoh kenegarawanan kepada rakyat Indonesia yang sudah amat cerdas dalam menentukan pimpinan bangsa. Dan Gita Wirjawan sudah melakukan itu. "Hidup Pak Gita, pemimpin bangsa yang ditunggu rakyat," demikian Jonathan.
Dukungan yang sama disampaikan Pangihutan Balisius Halolo, Ketua Forum Kaum Muda Indonesia (FKMI). Menurutnya, Gita Wirjawan telah memberikan tauladan di tengah realitas dan dinamika politik nasional yang semakin hari semakin memprihatinkan dan memanas jelang Pemilu. Semakin ironis, banyak pejabat negara yang merangkap jabatan sehingga fokus kinerja untuk pengabdian pada masyarakat tidak pernah fokus dan maksimal.
"Tapi melihat GW yang mengundurkan diri dari jabatan Mendag, kami mengapresiasi. Itu yang seharusnya dilakukan. (Gita) menjadi contoh. Karena banyak pejabat negara kita sebenarnya (terlibat konflik kepentingan). Sikap GW untuk fokus di pencapresan sebagai peserta Konvensi merupakan sikap yang tegas dan berani," ungkapnya.
Namun, dia juga mengingatkan dan mendorong Gita untuk mengusut tuntas kasus beras impor dari Vietnam. "Pastinya beliau paham kalau impor beras secara tidak langsung telah menyakiti hati petani. Oleh karena itu, FKMI meminta GW tidak begitu saja mengabaikan kasus Impor tersebut," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: