Pasalnya, di masa tanggap darurat pasca banjir bandang ternyata Walikota Manado hanya menerima uang sebesar Rp 100 juta untuk penanganan tanggap darurat bencana Manado dari pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Di hari ke 16, kami hanya terima uang sebesar Rp. 100 juta untuk penanganan tanggap darurat bencana Manado dari Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," tegas Walikota Manado, GS Vicky Lumentut dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (1/2).
Meski begitu, Vicky mengatakan bahwa pihaknya tetap maksimal bekerja meski dengan dana minim. Setidaknya beberapa alat berat dan ratusan truk telah dikerahkan untuk membersihkan sampah yang menggunung pasca banjir.
"Pemerintah Kota Manado sudah mengerahkan 22 alat berat dan 172 truk untuk membersihkan sampah banjir di Manado," tambahnya.
Sebelumnya, banjir bandang yang terjadi di Manado 16 hari lalu, telah menenggelamkan 30.000 rumah. Bahkan bencana tersebut telah melumpuhkan aktivitas Kota Manado di 9 kecamatan dan 56 kelurahan.
[ian]
BERITA TERKAIT: