Bukan hanya tanah longsor, sejumlah wilayah di Filipina juga dilanda cuaca dingin dan hujan lebat yang memicu sejumlah bencana alam lainnya.
Kepala badan pelayanan suhu Filipina atau Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration (Pagasa), Oscar Tabada menyebut bahwa suhu di wilayah Cebu pada Selasa sore turun menjadi 21.8 derajat celcius. Suhu tersebut adalah suhu terdingin sepanjang tahun ini di Filipina. Diperkirakan suhu dapat turun hingga mencapai 18.2 derajat celcius.
Sementara itu di wilayah dataran rendah Mindanao, hujan dan badai yang terus menerus turun memicu munculnya 16 bencana tanah longsor dan banjir besar di enam titik di Mindanao. Akibatnya hingga Rabu (22/1) sebanyak 45 orang dikabarkan tewas dan 68 lainnya luka-luka akibat bencana tersebut.
Dewan bencana nasional Filipina melaporkan pada Selasa bahwa secara keseluruhan terdapat 44.700 keluarga atau 206.000 jiwa yang telah mengungsi di 569 pusat evakuasi di seluruh Filipina.
Selain itu, sebanyak 2.109 rumah dilaporkan hancur ataupun rusak akibat bencana alam. Lahan pertanian dan perkebunan pun tidak luput dari kerusakan akibat bencana. Di Cebu, diperkirakan lima hektar lahan perkebunan jagung dan hampir 20 hektar lahan perkebunan sayuran rusak akibat cuaca buruk yang melanda. Demikian seperti dikutip media setempat,
Sunstar.
[ysa]
BERITA TERKAIT: