Selain aneh, alasan pemecatan ini juga tidak berdasar. Sebab bila dibuka, masih banyak juga politisi Demokrat yang "main dua kaki." Isran Noor misalnya. Ketua Demokrat Kalimatan Timur ini ikut Konvensi Rakyat setelah gagal diundang menjadi peserta Konvensi Demokrat.
"Kalau hanya Pasek yang dipecat, DPP Partai Demokrat memberlakukan aturan yang ambigu dan pilih kasih," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 18/1).
Ari juga menambahkan, masih ada politisi yang dekat dengan Anas, namun hingga saat ini belum bernasib seperti Pasek. Misalnya saja Saan Mustofa, Umar Arsal dan Michael Wattimena di parlemen?
"Apakah Prof. Ahmad Mubarok yang juga hadir di acara deklarasi PPI juga akan mengalami nasib serupa ? Kita tunggu saja," demikian Ari Junaedi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: