"Perbedaan saya dan calon-calon lain akan kelihatan dalam perdebatan. Itu memperlihatkan siapa yang memiliki visi yang tajam," kata peserta Konvensi Demokrat, Dino Patti Djalal, ketika menyambangi Redaksi Rakyat Merdeka Online, Graha Pena, Kebayoran, Lama, Jakarta Selatan, kemarin petang, (Rabu, 15/1).
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini menegaskan, visi yang ia usung adalah bagaimana menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi kelas menengah.
"Demokrasi Indonesia sudah lumayan mapan. Pemilu sudah tiga kali berjalan. Sistem demokrasinya baik, desentralisasi berjalan, Undang-Undang Pemilu juga mapan. Demokrasi kita Stabil. Tapi tantangan selanjutnya bisa tidak kita jadi negara demokrasi kelas menengah," terangnya sambil menyebut bahwa kelas menengah di Indonesia masih rapuh.
Selain Dino, sepuluh peserta Konvensi Partai Demokrat lainnya adalah anggota Badan Pemeriksa Keuangan, Ali Masykur Musa; Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan; Menteri BUMN, Dahlan Iskan; mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto.
Selebihnya Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan; Ketua DPD, Irman Gusman; anggota Komisi I DPR Hayono Isman; Ketua DPR Marzuki Alie; mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Jenderal) Pramono Edhie; dan Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang.
[zul]
BERITA TERKAIT: