Seperti Dialami SBY, Presiden ke Depan Hadapi Rimba Politik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 16 Januari 2014, 02:16 WIB
rmol news logo Pasca reformasi, proses pengambilan keputusan tidak lagi terpusat di Ibukota seperti masa Orde Baru. Dengan adanya desentralisasi, pemerintah daerah dapat memutuskan kebijakan yang terkait daerah secara mandiri.

"Setiap presiden ke depan akan menghadapi rimba politik yang sama seperti SBY," kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal di Jakarta, pada Rabu petang (15/1).

Rimba politik yang dimaksud Dino adalah perubahan sistem pembagian kekuasaan pemerintah Indonesia dari yang semula terpusat menjadi tersebar pasca reformasi.

"Dulu zaman Soeharto, Indonesia luas tapi decision making, strong point-nya ada satu (terpusat). Tapi sekarang ada ribuan titik pembuatan keputusan di Indonesia," terang peserta Konvensi Partai Demokrat ini.

Hal itulah yang membuat presiden yang memimpin Indonesia pasca era reformasi akan terlihat seolah tidak memiliki kekuasaan penuh. "Itu membuat siapapun Presiden Indonesia jadi terlihat tidak sekuat zaman Presiden Soeharto dulu," demikian Dino. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA