"Dalam memilih presiden, yang penting adalah pilih
software, prosesornya. Kebijakan itu hasil dari prosesor," kata peserta Dino Patti Djalal saat berkunjung ke Redaksi Rakyat Merdeka Online, Jakarta, petang tadi, Rabu, petang (15/1).
Karena itu, jelas peserta konvensi Partai Demokrat ini, dalam menentukan pemimpin bangsa, perlu diperhatikan gagasan seperti apa yang diperlukan untuk menghadapi tantangan bangsa.
"Prosesornya pas tidak untuk tantangan bangsa yang dihadapi sekarang," tutur mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat ini.
Sebagai salah satu calon presiden, Dino juga memaparkan gagasan yang diusungnya dalam keikutsertaanya di ajang penjaringan calon presiden Partai Demokrat.
"Saya punya
software yang menurut saya cocok untuk Indonesia, yakni nasionalisme unggul," terangnya.
Dino menerangkan filosofi mengenai nasionalisme unggul yang ia ajukan adalah konsep yang harus dijalankan bersama dengan konsep kesatuan yang selama ini diterapkan di Indonesia.
"Tugas presiden selanjutnya adalah bagaimana budaya unggul dan nasionalisme unggul bisa dilanjutkan," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: