Dino Patti Djalal: Nasionalisme Unggul Bukan Konsep yang Dibikin-bikin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 15 Januari 2014, 20:00 WIB
Dino Patti Djalal: Nasionalisme Unggul Bukan Konsep yang Dibikin-bikin
rmol news logo Dino Patti Djalal berkunjung ke redaksi Rakyat Merdeka di Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, petang tadi (Rabu, 15/1). Selama sekitar 1,5 jam, peserta konvensi capres Partai Demokrat ini menjabarkan visi-misinya kalau terpilih jadi presiden.

"Sekarang saya sudah full time dan all out untuk ikut konvensi. Saya percaya konsep saya jelas," kata Dino, yang sebelumnya menjabat Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

Dalam konvensi ini, Dino mengusung konsep nasionalisme unggul. "Konsep nasionalisme unggul ini bukan konsep yang dibikin-bikin. Tapi saya percaya bisa membuat Indonesia bagus dan hebat," terangnya.

Konsep tersebut muncul karena masyarakat Indonesia selama ini hanya terpaku pada aspek kesatuan. Sedangkan saat ini, lanjut Dino, konsep kesatuan tersebut telah tercapai karena Indonesia telah berdaulat dan diakui oleh negara-negara lain.

"Sehingga sekarang sudah waktunya kita menambah itu, bukan hanya kesatuan tapi juga keunggulan," jelasnya.

Definisi unggul sendiri, menurut Dino menjelaskan, merupakan upaya menuju prestasi dalam berbagai aspek yang dapat membawa perubahan bagi Indonesia lebih maju.

"Definisi unggul adalah prestasi yang menyamai bahkan melebihi potensi. Ini yang akan saya pacu," terangnya sambil membeberkan sejumlah fakta yang ada di Indonesia.

"Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang paling indah. Tapi turisnya tidak lebih dari 7 juta, kalah dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Contoh lain, kita punya cadangan geothermal terbesar di dunia, tapi kita bukan produsen geothermal. Kita negara kepulauan, tapi kita bukan negara maritim," ungkapnya.

Hal itulah yang menurutnya perlu dibenahi dengan menggunakan konsep unggul tersebut.

"Unggul itu konsep multi sektoral, nasionalisme unggul, budaya unggul, bisa militer unggul, birokrasi unggul, dan sebagainya. Ini bukan slogan, tapi hal yang saya yakini penting ke depan," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA