Hasrat Berubah TKI Jadi Aset Kemajuan Negara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 14 Januari 2014, 08:38 WIB
Hasrat Berubah TKI Jadi Aset Kemajuan Negara
ilustrasi/net
rmol news logo . Saat ini, dunia tidak hanya mengenal tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT). Kini, dunia juga mengenal TKI sebagai engineer dan kaum profesional.

Demikian disampaikan Kepala Badan National Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, saat memberi Kuliah Perdana bagi 500 orang mahasiwa baru pada seluruh Fakultas di Universitas Bung Karno (Senin, 13/1).

Dari Amerika Utara sampai Brasil, ungkap Jumhur, sudah banyak ahli-ahli pesawat lulusan Indonesia yang bekerja di industri penerbangan dengan gaji yang sangat tinggi. Demikian juga yang bekerja di sektor minyak dan gas, hospitality, perawat, dan sektor-sektor lainnya.

Hasrat untuk berubah maju yang ada pada TKI, kata Jumhur lagi, merupakan aset dan potensi yang berguna bagi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara. Karena itu, sudah seyogyanya jika seluruh instansi terkait baik pemerintah dan stakeholder terkait lainnya membantu kemajuan usaha para TKI Purna.

Menurut Jumhur, indikator kemajuan pemerintah itu ditentukan oleh banyak rakyatnya yang memiliki hasrat untuk maju. Para TKI adalah anggota masyarakat yang memiliki hasrat yang begitu tinggi untuk berubah dari kemiskinan yang dialaminya.

"BNP2TKI akan terus mendukung pihak swasta yang mau memberdayakan TKI Purna," tegas Jumhur. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA