Dia mengakui mendapatkan banyak tekanan yang datang dari kalangan perusahaan pemegang kontrak karya juga dari dalam kabinet.
Namun tekad Hatta sudah bulat.
"Kalau ada kebijakan yang benar, saya akan perjuangkan. Saya tidak akan mundur dari kebijakan melarang ekspor minerba. Ditekan dari mana saja, saya bertahan," katanya saat bertemu fungsionaris Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) di kediaman dinas di Kompleks Widya Chandra, Senin petang (13/1).
"Saya lebih cinta bangsa ini dibandingkan hal apapun dan jabatan apapun yang ditawar-tawarkan kepada saya," sambungnya.
Menurut Hatta, bangsa Indonesia harus lebih berani menghadapi tekanan pihak-pihak yang ingin menghancurkan kedaulatan ekonomi Indonesia, baik dari luar maupun dalam negeri.
Dia memperkenalkan formula reformasi struktural di lima bidang yakni agraria, industri, energi, pangan dan birokrasi. Selain itu perlu dilakukan konsolidasi demokrasi dan otonomi daerah, juga konsolidasi dalam hal membangun gagasan Indonesia baru.
"Hanya dengan keberanian yang ditunjang formula lima plus tiga itu Indonesia dapat menjadi pemain kunci dalam di dunia," demikian Hatta.
[ysa]
BERITA TERKAIT: