"Namun, mengingat persoalan ini menjadi perhatian publik, pemerintah memandang perlu mencari solusinya," ujar SBY saat membuka rapat terbatas di Ruang VVIP Pangkalan Udara TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu siang (5/1). Rapat yang juga dihadiri Wapres Boediono ini digelar setiba SBY dan rombongan dari kunjungan kerja di Jawa Timur.
Jelas kepala negara ini, karena situasi sekarang menjadi perhatian publik yang cukup luas, pemerintah memandang perlu untuk mengelola persoalan ini sambil mencari solusi yang tepat.
"Tepat untuk ekonomi, rakyat, dan tepat untuk bersama-sama membangun negara ke arah yang lebih baik," ujar SBY.
Seperti dikutip dari
presidenri.go.id, kemarin, (Sabtu, 4/1), Wapres Boediono telah menadakan rapat dengan para menteri di bidang ekonomi dan pihak PT Pertamina membahas persoalan ini. Per 1 Januari 2014, Pertamina menaikkan harga elpiji tabung 12 kilogram rata-rata Rp 3.959 per kilogram. Presiden sudah menerima laporan hasil rapat tersebut dari Wapres Boediono.
"Kemarin sore, Wapres sudah menjelaskan kepada saya apa yang telah dihasilkan dalam pertemuan di Jakarta, termasuk opsi yang tersedia dan solusi apa yang bisa kita pilih dan tempuh. Oleh karena itu sejak kemarin hingga hari ini saya tidak akan mundur ke belakang karena yang penting bagi kita saat ini solusi apa yang patut kita pilih dan jalankan," ungkap presiden.
Dalam rapat terbatas di Halim ini dibahas pula jika ada keperluan untuk melakukan komunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), maka hal tersebut dapat dilakukan.
"Karena setiap kebijakan atau keputusan tentu diniatkan untuk tujuan yang baik," demikian SBY.
[rus]
BERITA TERKAIT: