Seorang jurnalis Rusdi Mathari dalam halaman Facebook miliknya menyambut keputusan itu dengan ucapan "
innalillahi wainnailaihi rajiun".
"Apakah Anda tahu atau mengenal karya Denny? Dan berpengaruhkah dia pada Anda, pada sastra Indonesia?" tanya Rusdi.
Beberapa komentator di halaman Facebook Rusdi Mathari sepakat dengannya.
"Lha sejak kapan Denny JA jadi sastrawan? Apalagi pakai predikat berpengaruh?" tanya Ngarto Februana.
Keputusan PDS HB Jassin menetapkan Denny JA sebagai satu dari 33 sastrawan berpengaruh diambil oleh tim delapan yang terdiri dari Jamal D Rahman, Acep Zamzam Noor, Agus R Sarjono, Ahmad Gaus, Berthold Damshäuser, Joni Ariadinata, Maman S Mahayana, dan Nenden Lilis Aisyah.
Komentator lain, Kili Pringgodigdo yang juga seorang jurnalis dan aktivis Aliansi Jurnalis Indepen (AJI), tadinya tak percaya membaca status Rusdi itu.
"Nggak mungkin ah. Gila kali.. Denny JA? Tokoh sastra? Dan nggak mungkin juga Pak Berthold Damshäuser memilih Denny JA itu," tulisnya sambil merujuk ke halaman Facebook Berthold yang dikenal sebagai pengamat sastra Indonesia dari Jerman.
Namun setelah membaca tautan berita mengenai 33 sastrawan Indonesia paling berpengaruh, Kili mengatakan, "Baru saja aku baca. Ini mengerikan."
[dem]
BERITA TERKAIT: