"Negara (juga) harus memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi setiap warga negara," tegas Direktur Riset MAARIF Institute, Ahmad Fuad Fanani, (Rabu, 1/1).
Dalam kasus teror ekstrimisme keagamaan, Fuad mengingatkan, Banten masih menjadi salah satu
spot berjejaringnya kelompok teroris di Indonesia. Penyergapan terduga teroris di Tangerang Selatan salah satu buktinya.
Meski memang, Fuad menyayangkan penyergapan yang berujung tewasnya enam terduga teroris itu. “Tewasnya terduga teroris itu justru menutup mekanisme pembuktian hukum dan penelusuran jejak jaringan teroris di tempat lain,†ungkapnya.
Sementara ancaman terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan juga begitu serius dirasakan. Bahkan sebelum malam pergantian tahun, publik juga mendengar bahwa kekerasan atas nama agama terjadi pada Gereja Pantekosta Rancaekek, Sumedang.
"Teror pada kebebasan beragama masih terus terjadi. Negara tak boleh diam. Ini PR besar bagi kepemimpinan mendatang," jelas Direktur Program Islam for Justice MAARIF Institute, Muhd. Abdullah Darraz.
Untuk itu, tahun 2014 harus menjadi momen untuk menuntaskan pekerjaan besar itu. Pemilu 2014 adalah mekanisme demokrasi untuk memperbaiki Indonesia.
“Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang kuat, yang memiliki komitmen pada upaya merawat kebhinnekaan. Indonesia butuh pemimpin yang tegas dan tidak ragu menghadapi kelompok-kelompok yang anti-perbedaan, yang menggunakan kekerasan sebagai bahasa politiknya," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: