Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon. Bagian dari perubahan itu, kata Fadli, adalah terkait dengan kebijakan ekonomi dan politik; apakah di 2014 mendatang, Indonesia akan tetap mempertahankan sistem ekonomi liberal yang menjerat leher bangsa, atau menuju ekonomi kerakyatan sesuai nafas konstitusi.
Dalam bidang ekonomi ini, Fadli mencatat, hingga sampai akhir tahun 2013 ini, perekonomian Indonesia cukup berbahaya. Selama Januari-Oktober 2013, defisit perdagangan minyak mentah mencapai 2,8 miliar dolar AS. Di saat yang sama, berdasarkan laporan Global Food Security Index 2012, Indeks Keamanan Pangan Indonesia berada di urutan ke-64 dari 105 negara. Angka ini jauh di bawah Malaysia dengan peringkat 33 dan Thailand dengan peringkat 45.
Karena itu, ungkap Fadli, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 30/12), perbaikan struktur perekonomian harus memperkuat daya tahan agar tak tergantung eksternal dan meningkatkan daya saing. Dengan kekayaan sumber daya alam dan jumlah penduduk besar, Indonesia perlu kepemimpinan kuat dan benar untuk menghadapi tantangan global.
"Saatnya mengubah haluan sebelum terlambat. Kita butuh pemimpin baru untuk haluan yang benar agar terwujud Indonesia Raya yang sejahtera, makmur, dan adil. Dan Partai Gerindra, bersama rakyat, optimis menghela perubahan itu. Selamat Tahun Baru 2014," demikian Fadli.
[ysa]
BERITA TERKAIT: