"Kita (APSI) sangat terbuka dengan pihak-pihak lain seperti APPI. Kita berafiliasi langsung ke federasi (PSSI), kita hadir untuk kepentingan pemain tidak ada yang lain. Intinya kami untuk siapapun," kata Ketua APSI yang baru, Ismed Sofyan, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 23/12).
Ismed pun berharap semua pemain yang terlibat di kompetisi bisa bergabung di bawah APSI.
"Kami akan berjuang demi kepentingan para pemain. Mudah-mudahan kami bermanfaat buat pemain-pemain yang bermasalah maupun tidak," jelasnya, yang baru terpilih dalam Kongres APSI Minggu kemarin (22/12).
Disinggung adanya dualisme kepengurusan dimana masih ada APPI, dia mengharapkan baik APPI maupun APSI bisa duduk bersama.
"Saya harapkan mereka bisa lunak dan mau bekerjasama dengan kami.Tapi kalaupun tidak bisa minimal tujuan dan visi kita sama," paparnya.
Hal itu diamini oleh pendiri APSNI dulu, Irawadi Hanafi. Kata Irawadi, sebelum nama Ismed Sofyan muncul, pihaknya sudah berkali-kali menghubungi Bambang Pamungkas dan Ponaryo Astaman.
"Sudah berkali-kali kami menghubungi mereka. terakhir saya ketemu Ponaryo Astaman di Bandung. Tapi, dia tetap menolak. Ya sudah, yang jelas kita diakui PSSI jalur hukumnya jelas," tuturnya.
Sementara itu Kongres APSI menghasilkan tujuh (7) butir keputusan.Diantaranya Kongres menetapkan statutanya sendiri yang mempunyai kedudukan yang strategis dalam mendukung pembangunan organisasi yang mandiri sebagai bagian dari upaya memajukan organisasi APSI yang profesional dan modern sebagaimana diamanahkan PSSI. Kongres juga telah menerima pertanggungjawaban Ketua sebelumnya dan telah memilih Ketua baru Ismed Sofyan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: