Jokowi Diperalat Kelompok Asal Bukan Mega

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 13 Desember 2013, 01:12 WIB
Jokowi Diperalat Kelompok Asal Bukan Mega
joko widodo/net
rmol news logo Ada perkembangan menarik di kalangan internal PDI Perjuangan. Kelompok yang ingin mempertahankan posisi Megawati Soekarnoputri sebagai kandidat calon presiden dari partai itu semakin berani memperihatkan kekuatan mereka.

Mereka mulai khawatir dengan popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Dalam sejumlah survei, nama Jokowi selalu berada di tempat teratas. Ia bisa mengungguli Prabowo Subianto yang sebelum pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun lalu dianggap sebagai kandidat yang paling berpeluang menang dalam pilpres.

Namun bagi sementara kalangan internal PDIP, Jokowi sebenarnya tak lebih dari sekadar alat dan diperalat oleh kelompok yang bertujuan "asal bukan Mega".

Menurut Kordinator Barisan Pro Mega, Bido Suasono, di sisi lain Jokowi kelihatannya sadar bahwa dia dibenturkan dengan Mega. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan-pernyataan Jokowi bahwa dirinya masih mau bekerja menuntaskan persoalan di Jakarta.

"Intinya, Jokowi sadar dia mau diadu dengan Mega," ujar Bido dalam perbincangan dengan redaksi.

"Saya yakin, Jokowi pun tak mau mengambil sesuatu yang tidak bisa dimilikinya," demikian Bido. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA