Mereka mulai khawatir dengan popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Dalam sejumlah survei, nama Jokowi selalu berada di tempat teratas. Ia bisa mengungguli Prabowo Subianto yang sebelum pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun lalu dianggap sebagai kandidat yang paling berpeluang menang dalam pilpres.
Namun bagi sementara kalangan internal PDIP, Jokowi sebenarnya tak lebih dari sekadar alat dan diperalat oleh kelompok yang bertujuan "asal bukan Mega".
Menurut Kordinator Barisan Pro Mega, Bido Suasono, di sisi lain Jokowi kelihatannya sadar bahwa dia dibenturkan dengan Mega. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan-pernyataan Jokowi bahwa dirinya masih mau bekerja menuntaskan persoalan di Jakarta.
"Intinya, Jokowi sadar dia mau diadu dengan Mega," ujar Bido dalam perbincangan dengan redaksi.
"Saya yakin, Jokowi pun tak mau mengambil sesuatu yang tidak bisa dimilikinya," demikian Bido.
[dem]
BERITA TERKAIT: