"Ini merupakan kota ke-9 dari 10 kota yang masuk dalam program Bioskop Keliling OJK. Semua mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat," ujar Kepala Bagian Administrasi Edukasi & Perlindungan Konsumen OJK, Kiagus M. Zainudin kepada wartawan di Jakarta, Selasa malam (3/12).
Dikatakan Kiagus, tujuan acara ini adalah untuk mengembalikan keberadaan hiburan rakyat ke tengah-tengah masyarakat. Ini mengingat bioskop keliling sempat menjadi primadona hiburan rakyat yang sangat digemari dan populer di kalangan masyarakat Indonesia. Namun seiring arus modernisasi, bioskop keliling mulai ditinggalkan.
"Melihat hal ini, kami ingin mengembalikan hiburan rakyat yang telah lama hilang," paparnya.
Selain itu, masih lanjut dia, Bioskop Keliling OJK juga berfungsi sebagai sarana untuk mempromosikan dan mensosialiasikan program-program OJK, yang memiliki misi mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil.
Sebagai lembaga negara yang independen, OJK bertugas menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan baik di sektor perbankan, pasar modal, dan sektor jasa keuangan bank seperti asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, reksadana, dan lembaga Jasa Keuangan lainnya.
OJK dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan dapat terselenggara secara adil teratur dan akuntabel.
"Selain itu juga, agar dapat melindungi kepentingan konsumen yang notabene merupakan masyarakat. Ini yang paling utama," demikian Kiagus.
[ysa]
BERITA TERKAIT: